Ada banyak alasan penyebab lamaran kerja kamu ditolak oleh perusahaan. Boro-boro dipanggil banyak perusahaan untuk interview, kadang sudah melamar ke berbagai perusahaan baik melalui email maupun surat lamaran, satu panggilan untuk interview pun tak kunjung datang. Hal ini biasanya memang terjadi saat ada hal-hal sepele yang membuat HRD enggan memanggilmu untuk interview. Di sebuah perusahaan, memang bagian HRD atau Human Resources Department bisa menerima ratusan kiriman CV baik via pos, email, maupun surat lamaran yang diantar langsung ke perusahaan. Meski kamu memiliki pengalaman kerja atau sudah membuat CV yang menarik, ada lho beberapa hal sepele yang akan membuat HRD mengacuhkan surat lamaranmu dan tidak memanggilmu untuk wawancara. Apa sajakah penyebab lamaran kerja kamu ditolak perushaan? Berikut beberapa di antaranya.

  1. Subject Pada email Tidak Jelas

Saat ini sudah banyak perusahaan yang menggunakan teknologi email untuk para pelamar kerja. Kamu jadi tidak perlu mencetak surat lamaran dan dokumen lainnya untuk dikirim ke perusahaan. Kamu cukup mengirimnya lewat email saja. Terkadang, pelamar kerja sering mengacuhkan detail pada surat lamaran via email. Mereka tidak mencantumkan subject email yang jelas pada email lamaran kerja. Bahkan, ada pula yang tak menambahkan subject email sama sekali. Saat mengirimkan lamaran pekerjaan via email, pastikan kamu memberikan subject email yang jelas. Hal ini bertujuan agar ketika bagian HRD memeriksa inbox email perusahaan, email lamaran kamu akan kelihatan dan akan segera dibuka oleh HRD. Cantumkan tulisan “lamaran pekerjaan” dan tambahkan pula dengan posisi yang kamu lamar.

|| Baca : Download Kumpulan Soal Psikotes, CPNS, dan Soal Test Masuk Kerja

  1. Tidak Menggunakan Jenis dan Ukuran Font yang Standar

Meski lamaran via email, lamaran ini tak ubahnya sesuatu yang resmi. Maka, pastikan kamu mengetik isi email dan juga isi dokumen dalam attachment dengan jenis dan ukuran font yang standar. Jika ukuran font terlalu besar, terlalu kecil, atau berganti-ganti, maka lamaran kamu akan terlihat kurang rapi. HRD pasti malas dengan hal-hal yang seperti ini. Gunakan font standar Times New Roman berukuran 12. Kesan surat lamaran jadi lebih rapi dan formal. Tunjukkan pada HRD perusahaan kalau kamu serius dalam mencari pekerjaan dan buatlah semuanya terkesan formal.

  1. CV Terlalu Panjang dan Bertele-tele

CV adalah hal yang bisa digunakan untuk pamer. Semua hal tentang dirimu termasuk informasi pribadi, pendidikan, prestasi, pengalaman kerja, dan lain sebagainya bisa dimasukkan ke CV. Semakin panjang CV tentunya adalah bukti semakin “hebatnya” seseorang, bukan? Hal ini ternyata salah besar! Kebanyakan manager atau staff HRD biasanya hanya menerapkan atau menyukai CV paling banyak 2 halaman. Karenany, hindarilah menulis CV yang panjang dan bertele-tele. Semakin panjang CV, justru semakin acuh HRD terhadap CV tersebut. Pikirkanlah baik-baik tentang apa yang ingin kamu tulis di CV tersebut. Sortir dengan baik pengalaman non formal, prestasi, dan lain sebagainya. Jangan semua-semua ditulis di CV. Jangan-jangan nanti prestasi mulai dari SD juga kamu tulis. Ingin membuat HRD terkesan bukan begitu caranya, ya.

  1. CV Warna-warni dan Kurang Formal

Memang ada sih perusahaan yang memperbolehkan CV pelamarnya berwarna-warni dan terkesan non formal. Tapi, kebanyakan perusahaan justru sebaliknya. CV dengan font warna-warni, gambar, border lucu-lucu, dan lain sebagainya justru dianggap tidak pantas. CV yang baik bagi mereka adalah yang formal, jelas, dan mudah dipahami. CV warna-warni jelas tidak akan menarik perhatian HRD di perusahaan ini. Karenanya, lebih baik gunakan CV standar saja untuk lebih amannya.

  1. Lama Menganggur

Lama menganggur bisa jadi penyebab lamaran kerja kamu ditolak. Salah satu hal yang paling menarik perhatian HRD adalah riwayat pekerjaanmu. Untuk fresh graduate, mungkin hal ini tak jadi masalah karena memang ini pertama kali mereka melamar pekerjaan. Yang jadi masalah adalah ketika kamu sudah menganggur lebih dari 5 bulan. Kalau kamu tulis di CV bahwa kamu terakhir bekerja sudah lebih dari 5 bulan yang lalu, yakin deh bagian HRD akan menganggap kalau kamu tidak memenuhi kualifikasi. Hal ini didasarkan pada asumsi jika banyak perusahaan dalam jangka waktu itu yang sudah menolak lamaran kerjamu. Karenanya, meski sudah resign, kalau bisa jangan sampai 100% menganggur. Cari pekerjaan part time atau freelance yang bisa dilakukan di rumah sehingga nanti bisa ditulis pada CV.

  1. Nama Attachment Tidak Sesuai

Saat mengirimkan lamaran via email, pasti kita akan membutuhkan attachment. Attachment biasanya berisi scan dokumen penting seperti CV, ijazah, transkrip nilai, dan lain sebagainya. Pastikan nama attachment yang kamu kirim ke perushaan memiliki nama yang sesuai dengan isinya. Jangan membuat bingung HRD dengan attachment yang judulnya “CV” tapi ternyata isinya transkrip nilai. Kalau bisa, lebih baik semua attachment dijadikan satu saja dalam file zip/rar dan beri nama sesuai dengan namamu.

Baca : 14 Website Pencari Kerja di berbagai Daerah yang paling populer!

  1. Menyingkat Kata

Salah satu kesalahan fatal pelamar kerja saat melamar kerja via email atau surat adalah menyingkat kata. Gunakan selalu kata-kata baku saat menulis lamaran dan CV. Gaya bahasamu dalam menulis surat lamaran kerja dan CV tentu saja menunjukkan seberapa serius usahamu dalam melamar pekerjaan tersebut. Selain menggunakan bahasa formal, kamu harus menghindari kalimat panjang yang bertele-tele dan juga singkatan. Jangan -sampai singkatan kata jadi penyebab lamaran kerja kamu ditolak.

  1. Pas Photo “Abal-Abal”

Pada saat melamar pekerjaan, pas photo adalah hal yang wajib dicantumkan. Biasanya hal ini dianggap remeh oleh para pelamar. Karena sudah terburu-buru ingin melamar pekerjaan, maka pas foto yang dilampirkan bukan hasil dari foto studio melainkan pas foto alakadarnya yang diambil di kamar dengan background asal. Bagi HRD, pas photo merupakan hal penting karena lagi-lagi menunjukkan keseriusanmu dalam mencari pekerjaan. Apa sih susahnya foto studio satu kali? Nanti bukannya hasilnya bisa dipakai untuk melamar di berbagai tempat?

  1. Lamaran Datang di Akhir Tenggat Waktu

Salah satu penyebab lamaran kerja kamu ditolak adalah menunda-nunda. Menunda-nunda saat akan mengirim lamaran pekerjaan adalah kesalahan fatal. Bagi HRD perusahaan, jika sudah ada lamaran yang sekiranya memenuhi persyaratan, lamaran-lamaran yang datang belakangan tak akan digubris. Apalagi, kalau lamaran kamu datang di akhir tenggat waktu, dijamin deh lamaranmu langsung masuk di tumpukan kardus di gudang perusahaan. Makanya, begitu ada info lowongan kerja yang kamu rasa cocok untukmu dan kamu pikir kamu punya kualifikasi untuk melamar di perusahaan /posisi tersebut, segera buat surat lamaran dan segera kirimkan lamaranmu.

  1. Ijazah dan Transkrip Nilai Tidak Dilegalisir

Sangat banyak pelamar kerja yang mengganggap legalisir ijazah dan transkrip nilai adalah hal sepele yang gampang saja dilewati. Padahal, saat perusahaan menginginkan pelamar mengirimkan lamaran dengan ijazah terlegalisir dan transkrip nilai yang terlegalisir juga, itu berarti perusahaan ingin keseriusan dalam proses perekrutan ini. Jika hal ini kamu acuhkan saja itu artinya kamu tidak serius. Ya jangan harap kan perusahaan juga serius menanggapi lamaranmu. Maka, jangan gunakan alasan malas atau ribet ke kampus lagi untuk legalisir sebagai alasan. Daripada cuma menganggur di kost, lebih baik kamu ke kampus lagi, legalisir, dan lamar kerja sesuai dengan prosedur. Jangan jadikan legalisir ijasah penyebab lamaran kerja kamu ditolak perusahaan.

Terkuak 10 Alasan Penyebab Lamaran Kerja Kamu Ditolak
Tagged on:                         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − twelve =