Sistem Penilaian SBMPTN – SBMPTN sudah menjadi suatu momen yang misterius, kenapa? karena orang menganggap bahwa lulus tidaknya seleksi ini ditentukan oleh nasib terkadang “orang dalam” menjadi kunci paling kuat untuk bisa meluluskan orang yang berhubungan dengannya.

Bayangkan saja, peserta tersebut hanya membayar, mendaftar, ikut ujian secara formalitas kemudian diterima tanpa ada beban yang ditanggungnya. Hal ini masih saja terjadi di beberapa perguruan tinggi. Tapi untuk sekarang masalah “Joki” sedang diatasi oleh sebuah sistem yang canggih sehingga para Joki yang ketahuan bermain di belakang akan terkena sanksi dan pesertanya akan digugurkan dalam seleksi SBMPTN.

Pendaftaran SBMPTN tahun 2017 dibuka pada tanggal 11 April 2017 pukul 08.00 WIB sampai dengan 5 Mei 2017 pukul 22.00 WIB. Untuk pelaksanaan ujian tertulis pada tanggal 16 Mei, ujian keterampilan tangal 17 dan/atau 18 Mei 2017 dan Pengumuman Hasil SBMPTN 2017 diumumkan tanggal 13 Juni 2017 mulai pukul 17.00 WIB.

Hal yang paling utama untuk bisa lolos SBMPTN tentu kesiapan diri baik mental maupun akademik, perbanyak latihan soal, serta mampu memahami sistem penilaian. Mimin pikir hal ini berlaku untuk semua ujian, evaluasi dan monitoring.

Sistem Penilaian SBMPTN

Di tahun 2009, Sistem penilaian SBMPTN dilakukan dengan sistem nilai mentah yaitu mengakumulasi jumlah nilai dari mata pelajaran yang diujikan secara total. Sedangkan di tahun 2010 sistem penilaian SBMPTN menggunakan sistem Persentil yaitu penilaian per mata pelajaran yang diujikan secara terpisah. Dengan sistem persentil peserta SBMPTN harus mampu mengerjakan semua mata pelajaran yang diujikan karena semua asil tes akan diperiksa dan dinilai dengan terpisah.

Sebelum tahun 2009, banyak peserta yang lolos atau diterima oleh satu program studi di PTN dengan hanya memilih satu mata pelajaran yang diangap paling dikuasai, sedangkan mata pelajaran lain tidak dijawab satu pun dalam lembar jawaban. Oleh karena itu banyak peserta dari jurusan IPA diterima di Akuntansi UI atau Fikom Unpad karena mereka mengandalkan kemampuan masing-masing.

Sistem penilaian persentil menghendaki peserta untuk mengerjakan semua mata ujian. Jadi jika peserta mengosongkan jawaban makan akan berpengaruh terhadap nilai. Dari penilaian ini, nantinya akan diberikan rangking dan peserta  yang rangkingnya bagus di semua mata pelajaran yang diujikan.

Tes Bidang studi Prediktif

Aturan penilaian setiap bidang studi adalah:

  • Jika jawaban benar, dikalikan 4
  • Jika jawaban salah, dikali -1
  • Jika tidak dijawab dikalikan 0

Dengan aturan itulah maka jangan sampai menjawab asal-asalan. Carilah pertanyaan yang mudah dulu sebelum menjawab yang dikiranya sulit karena akan memakan waktu lebih banyak untuk menjawab pertanyaan sulit. Mimin berikan ilustrasi dari dua orang peserta yang mengerjakan 7 soal SBMPTN

1. Peserta A menjawab soal dengan rincian

  • Jawaban soal no.1 benar (skor 4)
  • Jawaban soal n0.2 benar (skor 4)
  • Jawaban soal no.3 salah (skor -1)
  • Jawaban soal no.4 salah (skor -1)
  • Jawaban soal no.5 salah (skor -1)
  • Jawaban soal no.6 salah (skor -1)
  • Jawaban soal no.7 salah (skor -1)
  • Jadi jumlah skornya adalah 3

2. Peserta B hanya menjawab 1 soal yaitu soal no.1 sementara soal lainnya tidak diisi, maka si B menjadapat skor 4.

Bobot TBSP terhadap total skore adalah 70%, apabila jumlah yang siujikan 7 mata pelajaran maka masing-masing mempunyai bobot 70% : 7 = 10% sedangkan sisanya yang 30 % untuk bobot TPA. Jika skor telah didapat, maka dilakkan pemboboan hasil TBSP dengan masing-masing mata pelajaran dikali 10% (0,1) (total 70 % karena ada 7 bidang studi).

Tes Potensi akademik

Tes Potensi Akademik memiliki bobot penilaian sebesar 30 %. Bentuk TPA ini adalah kemampuan berpikir secara logis. Tes ini berbeda dengan psikotes yang harus ditangani khusus oleh psikolog. Pada dasarnya, TPA bertujuan untuk menyaring peserta dengan menekankan penilaian pada tiga poin yaitu kemampuan hitungan, analisis dan komunikasi.

Dalam sebuah aplikasi penilaian SBMPTN, terdapat dua tipe soal untuk masing-masing kelompok ujian yaitu Saintek dan Soshum. Untuk kalian yang memilih jurusan seperti kesehatan, teknik dll harus memilih kelompok uji Saintek. Untuk kalian yang memilih program studi seperti Akuntansi, sosiologi, Hukum, dll kalian memilih kelompok uji Soshum, sedangkan untuk Campuran kalian harus mengerjakan kedua kelmpok tes yaitu Soshum dan Saintek.

Beginilah cara penilaiannya.

Demi kelancaran SBMPTN, beberapa strategi berikut ini bisa kamu ikut:

  1. Pahami kriteria penilaian SBMPTN
  2. Pelajari soal-soal SBMPTN dari tahun-tahun sebelumnya
  3. Ikuti try out dari jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan SBMPTN berlangsung
  4. Cari tahu informasi jumlah pendaftar dan daya tampung program studi yang kamu pilih.
  5. Jawab pertanyaan semua bidang pelajaran yang diujikan jangan sampai ada yang
  6. Jangan tergesa-gesa dalam menjawab soal
  7. Jawab soal yang paling mudah terlebih dahulu, jangan sampai menghabiskan waktu lama untuk menjawab soal sulit
  8. Berusaha sebaik mungkin kemudian berdoa dan pasrahkan kepada Tuhan, jangan lupa selalu optimis.

Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idaman mu;

Kunjungi mamikos.com  untuk dapatkan Info Kost terupdate di berbagai kota di Indonesia

Cari Info Kost , Pakai mamikos.com - kost jogja, kost jakarta, kost surabaya, kost bandung

Download Aplikasi Mamikos di Play Store untuk akses yang lebih mudah disini

Aplikasi Kost

(Visited 11,175 times, 1,076 visits today)
Ini Loh Sistem Penilaian SBMPTN yang Perlu Kamu Pahami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *