OSPEK bernuansa positif ternyata menjadi hal yang wajar lho di luar negeri. Memang sih, kalau di Indonesia, OSPEK identik dengan kegiatan perploncoan dan aksi balas dendam dari senior ke juniornya. Padahal, sejatinya OSPEK adalah kegiatan untuk mengenalkan mahasiswa baru pada lingkungan kampusnya. Kegiatan seperti ini harusnya menyenangkan dan mendidik. Tapi, kalau di sini OSPEK malah jadi mimpi buruk bagi para maba. Bukan hanya aksi perploncoan yang merendahkan yang harus mereka alami, para maba juga harus menerima aksi bullying dan bahkan kekerasan baik secara verbal mapun fisik dari para kakak seniornya. Alhasil, kalau di Indonesia, image OSPEK tuh buruk banget. Para junior yang dibully oleh seniornya akan memiliki dendam yang harus terbalaskan ketika besok mereka menjadi senior dan mengospek maba-maba di tahun berikutnya. Kalau begini terus, gak akan putus kan? Terus kapan OSPEK di Indonesia bisa menjadi sesuatu yang positif?

Coba lihat deh contoh-contoh OSPEK bernuansa positif dari beberapa negara ini. OSPEK di sana adalah kegiatan yang benar-benar membuat maba akrab dengan senior, teman-teman, dan lingkungan kampus barunya. Gak ada yang namanya bully membully di sini dan kegiatan-kegiatan selama OSPEK ditujukan untuk membuat mahasiswa semakin mencintai kampusnya. Yuk simak infonya di bawah ini.

1. OSPEK di Jepang

Jepang merupakan negara maju yang memiliki OSPEK bernuansa positif di banyak kampusnya. Kegiatan OSPEK di Jepang kebanyakan mengutamakan hubungan erat antara senior dan juniornya. Salah satu yang menonjol dari kegiatan OSPEK di negeri sakura ini adalah di mana para senior justru nantinya “melayani” para junior dan menjadi pendamping mereka selama mereka beradaptasi dengan lingkungan kampus. Salah satu OSPEK keren di Jepang ada di Jichi Medical University Jepang (JMU). Saat masa-masa OSPEK, semua senior akan dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok nantinya akan mendampingi beberapa maba sehingga semua maba memiliki senior pendamping. Para senior ini nantiny akan memberikan informasi apapun pada junior tentang hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan perkuliahan di kampus. Dengan cara ini, junior akan lebih respek dan menghargai senior. Begitu pula sebaliknya, para senior pun akan lebih akrab dan memiliki empati pada para junor alias mahasiswa baru.

2. OSPEK di Jerman

Meski terkenal sebagai negara yang serius pada bidang pendidikan, tak kemudian OSPEK di Jerman menjadi sesuatu yang mencekam. Kegiatan OSPEK di Jerman menjadi salah satu OSPEK bernuansa positif karena menerapkan kesan formal, efektif, efisien, namun tetap  menyenangkan. Di Jerman, OSPEK berlangsung selama 3 hari dan diisi dengan pengarahan akademis secara umum dan touring untuk mengenalkan fasilitas kampus. Selain itu, kebanyakan OSPEK di Jerman juga diisi dengan acara permainan seru dan juga welcoming party yang diselenggarakan oleh para senior di kampus. Gak ada yang namanya bullying atau perploncoan selama OSPEK karena seluruh kegiatan OSPEK dilakukan dengan kerja sama yang baik antara pihak kampus dengan para senior. Mahasiswa baru pun benar-benar bisa mengenal lingkungan kampus baru mereka dengan baik, tanpa harus ada embel-embel dibully oleh senior.

Baca : Sejarah OSPEK yang harus kamu tahu

3. OSPEK di Amerika Serikat

OSPEK di Amerika Serikat kebanyakan diisi dengan kegiatan-kegiatan yang sangat menyenangkan dan bisa membuat maba jatuh cinta pada kampus barunya. Sebagai contoh, coba lihat OSPEK di kampus Hampshire College ini. Di sini, kegitana OSPEK diisi dengan kegiatan diskusi dan juga game-game. Mahasiswa baru dibuat menjadi beberapa kelompok kemudian per kelompok akan diajak untuk berdiskusi tentang isu-isu penting yang terjadi belakangan ini. Selain untuk brainstorming, kegiatan diskusi ini juga akan mempererat keakraban para maba. Setelah diskuis, akan ada pertandingan basket atau bowling yang biasanya pemainnya adalah senior vs junior. Kegiatan-kegiatan ini hanya untuk senang-senang saja sehingga para maba bisa mengenal seniornya lewat kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat, bukannya lewat bully membully yang bikin stres dan tertekan.

4. OSPEK di Belanda

Kegiatan OSPEK di negeri kincir angin ini biasanya disebut dengan introduction week atau minggu pengenalan. Kegiatan-kegiatan selama introduction week ini kental dengan wisata budaya. Para mahasiswa baru nanti akan didampingi oleh seniornya untuk berjalan-jalan menuju tempat bersejarah di sekitar kampus. Mereka harus melakukan kegiatan ini agar bisa lebih mengenal lingkungan kampusya. Untuk makin mempererat hubungan antara para senior dan junior, maba atau junior akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan nantinya di tiap kelompok ada senior yang menjadi host makan malam. Makan malam di rumah senior ini untuk menjadikan hubungan antara senior dan junior tak berjarak sehingga gak ada tuh yang namanya bully dan intimidasi dari senior ke junior. Semua saling menghormati dan saling menghargai.

 

5. OSPEK di Skotlandia

Salah satu OSPEK bernuansa positif paling unik mungkin ada di Skotlandia. Di negara yang terkenal dengan bagpipe-nya ini, OSPEK kebanyakan diisi dengan kegiatan mengadopsi para junior yang dilakukan oleh para senior. Untuk mempererat hubungan persaudaraan, para junior akan diajak menginap di rumah senior selama beberapa hari. Saat siang hari, mereka diajak ke kampus untuk dikenalkan pada lingkungan kampus. Malamnya, mereka menginap di rumah para senior dan biasanya senior sudah mempersiapkan kegiatan-kegiatan yang fun seperti pesta kebun, nonton film bareng-bareng, dan masih banyak lagi.

Baca : Haruskah Kita Ikut OSPEK ?

6. OSPEK di Singapura

Bahkan di negara tetangga seperti di Singapura, kegiatan OSPEKnya memiliki moto menebar kebahagiaan! Iyadong, berhasil melanjutkan kuliah ke universitas bukannya hal yang memang membahagiakan, ya? Kenapa kalau di sini malah mabanya didandani gak jelas dan suruh bawa barang aneh-aneh? Kalau di Singapura, semua maba diwajibkan untuk membuat orang lain bahagia selama masa OSPEK. Alhasil, mereka melakukan banyak kegiatan sosial seperti membersihkan jalanan atau membantu manula di panti jompo. Mereka juga mengadakan kegiatan bakti sosial di lingkungan kampus atau tempat-tempat umum.

7. OSPEK di Australia

Kegiatan OSPEK bernuansa positif di Australia ini dikenal dengan O-Week. Orientation Week atau O-Week ini adalah waktu di mana para maba akan melakukan banyak kegiatan-kegiatan yang bisa membuat mereka kenal dengan seluk beluk kampus. Untuk mahasiswa yang berasal dari luar Australia, nanti biasanya akan ada kegiatan pertukaran budaya di mana para maba menunjukkan skill untuk memasak makanan khas negaranya atau melalukan perform tari-tarian asal negaranya. Semuanya dilakukan agar kegiatan pengenalan kampus menjadi menyenangkan dan tidak membuat mahasiswa baru tertekan.

Semua OSPEK bernuansa positif di atas tentunya bisa membuat maba memulai proses perkuliahan dengan lebih tenang. Sayangnya, di Indonesia, meski sudah banyak yang melarang kegiatan perploncoan, masih banyak OSPEK dengan bumbu senioritas dan plonco yang kental. Artikel ini bukannya untuk menjelek-jelekkan sistem OSPEK di Indonesia namun hanya untuk membuka mata banyak orang kalau ada banyak OSPEK bernuansa positif yang sebenarnya bisa dilakukan.

Dapatkan info kost murah didekat kampus idaman mu;

Kunjungi mamikos.com untuk dapatkan Info Kost terupdate di berbagai kota di Indonesia

Cari Info Kost , Pakai mamikos.com - kost jogja, kost jakarta, kost surabaya, kost bandung

Download Aplikasi Mamikos di Play Store untuk akses yang lebih mudah disini

Aplikasi Kost

7 Contoh OSPEK Bernuansa Positif di Luar Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + 19 =