Kuliah di jurusan Sastra Inggris atau Sasing memang banyak dilakukan oleh para pelajar di Indonesia. Secara, jurusan-jurusan yang populer di Indonesia memang salah satunya adalah jurusan yang berhubungan dengan bahasa. Sastra Inggris atau English Literature merupakan jurusan kebahasaan yang cukup banyak ditemui di universitas-universitas di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Banyak anak SMA atau SMK yang kalau lulus pengen kuliah di jurusan Sastra Inggris ini. Tapi, banyak juga yang sudah ogah dari awal karena konon katanya lulus dari jurusan ini bakalan susah dapat kerja. Sebenarnya banyak hal salah kaprah tentang kuliah di jurusan Sastra Inggris. Untuk meluruskannya, yuk simak penjelasan-penjelasan di bawah ini.

  1. Sastra Inggris Bukan untuk Orang yang Baru Belajar Bahasa Inggris

“Aku pengen bisa bahasa Inggris, nih. Gimana ya caranya?”

“Kuliah Sastra Inggris aja besok habis lulus”

“Iya ya! Ayuk ayuk!”

Percakapan di atas sering terdengar, apalagi pas menjelang kelulusan SMA. Banyak orang berpikir jika kuliah di jurusan Sastra Inggris adalah solusi yang tepat untuk mereka agar bisa lancar berbahasa Inggris. Well, hal ini sebenarnya salah. Kalau kalian belum bisa bahasa Inggris sama sekali, atau cuma bisa bahasa Inggris yang benar-benar dasar, Sastra Inggris bukanlah jurusan kuliah yang cocok untuk kalian. Memangnya nanti saat kuliah dimulai, mata kuliah akan berisi pelajaran bahasa Inggris dasar seperti di SD? Gak sama sekali. Di semester pertama pun, anak-anak jurusan Sastra Inggris sudah harus menghadapi mata kuliah seperti reading, writing, structure, listening, dan bahkan book report. Buku-buku yang menjadi materi bukanlah buku bacaan anak-anak yang banyak gambarnya, tapi sudah berbentuk novel-novel atau cerpen yang bakal sangat sulit kalian pahami kalau kalian tidak menguasai bahasa Inggris. So, kalau kalian memiliki skill berbahasa Inggris yang masih sangat minim, lebih baik ambil kursus bahasa Inggris dulu sebelum mendaftar kuliah di jurusan Sastra Inggris.

  1. Tidak Hanya Mempelajari Soal Literatur

Meski namanya jurusan sastra alias literatur, namun jurusan Sastra Inggris tak melulu memberikan materi tentang literatur pada mahasiswanya. Bahkan, di beberapa universitas, jurusan Sastra Inggris nantinya akan dibagi menjadi beberapa penjurusan seperti sastra, linguistik, dan penerjemahan. Mahasiswa jurusan Sastra Inggris yang mengambil penjurusan sastra memang nanti akan lebih fokus mempelajari tentang literatur baik itu novel, cerita pendek, puisi, atau drama. Kalau mahasiswa yang kuliah di jurusan Sastra Inggris ingin mempelajari lebih banyak tentang kebahasaan, mereka akan disuruh mengambil penjurusan linguistik di mana mereka akan lebih banyak belajar tentang kajian ilmiah terkait dengan bahasa Inggris. Nah, untuk mahasiswa yang ingin lebih ahli dalam bidang menterjemahkan teks bahasa Inggris ke bahasa Indonesia atau sebaliknya, mereka bisa mengambil penjurusan translation atau penerjemahan. Menerjemahkan teks bukanlah hal yang mudah, ada banyak aspek yang harus diperhatikan. Nah, ini nanti yang akan dipelajari oleh mahasiswa Sastra Inggris jurusan translation.

  1. Tidak Semuanya Ahli Menterjemahkan

“Eh lo kuliah di sasing, kan? Bantuin gue terjemahin buku ini dong. Ntar gue bayar, deh. Per lembarnya berapa?”

“….”

Yakin deh banyak anak Sastra Inggris yang mengalami hal ini. Yap, karena mereka kuliahnya di jurusan “Inggris”, dianggapnya semua bisa menterjemahkan. Padahal ya itu tadi, menterjemahkan teks dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia itu susah. Makanya sampai ada penjurusan khusus ke bidang penterjemahan. Jadi, jangan dianggap semua anak sasing bisa menterjemahkan teks dengan mudah, ya. Memang sih, hampir semua anak Sastra Inggris tau arti dari teks atau kalimat-kalimat yang harus diterjemahkan, tapi mengubahnya menjadi bahasa Indonesia yang baik dan benar itu susah. Apalagi jika ada term atau istilah-istilah di bahasa Inggris yang gak ada terjemahannya di bahasa Indonesia. Kalau yang kalian tanya itu pas anak sasing yang ambil penjurusan translation atau penerjemahan, sedikit-sedikit mereka pasti tau. Tapi kalau yang ditanya adalah anak sasing yang ambil linguistik atau sastra, yakin deh diem-diem mereka juga pusing. Gak semuanya gini sih, karena banyak juga anak sasing yang bahasa Inggrisnya emang udah tingkat dewa dan gak peduli dia ini penjurusannya apa, dia tetep bisa menterjemahkan. Tapi, jangan terus dianggap semua mahasiswa yang kuliah di jurusan Sastra Inggris bisa menterjemahkan, ya.

|| Baca : Lulusan Sastra Inggris Nanti Kerja di Mana?

  1. Tidak Disuruh Nulis Novel untuk Skripsi

Banyak orang yang beranggapan anak Sastra Inggris itu skripsinya suruh nulis novel. Pikirnya, kan mereka kuliah jurusan sastra, jadi ya kayak pujangga gitu nulis novel. Well, bukan novel, sih, karya tulis iya, tapi bukan novel. Skripsi anak sasing itu kebanyakan memang menganalisis novel. Tapi ada juga yang menganalisis puisi, drama, cerita pendek, atau bahkan film. Skripsi anak Sastra Inggris juga berbeda-beda tergantung penjurusannya. Kalau anak sasing yang mengambil penjurusan sastra ya skripsinya soal analisis novel atau karya sastra lain dengan teori-teori sastra seperti teori psikoanalisis, teori struktural, teori feminisme, dan masih banyak lagi lainnya. Kalau anak sasing yang penjurusannya ada di bidang penterjemahan ya skripsinya soal menganalisis karya sastra dan terjemahnannya berdasarkan strategi penterjemahan seperti transferensi, naturalisasi, padanan budaya, dan masih lain sebagainya. Sedangkan anak linguistik skripsinya akan lebih pada menganalisis karya sastra dari segi ilmu bahasanya. Jadi, jangan dikira mahasiswa yang kuliah di jurusan Sastra Inggris seperti J.K. Rowling ya yang bisa menulis novel tebal agar bisa lulus. Duh gak pake acara nulis novel aja lulusnya kadang susyah, broh…

  1. Setelah Lulus Tidak Harus Jadi Sastrawan

Mentang-mentang kuliahnya di jurusan yang bawa-bawa “sastra”, lulusan jurusan sasing lalu dicap pasti setelah lulus jadi sastrawan atau pujangga. Plis deh, enggak gitu juga. Anak-anak lulusan Sastra Inggris banyak juga kok yang berkarir di berbagai bidang. Bagi mereka yang suka nulis, mereka bisa jadi penulis untuk buku, konten website, konten blog, dan lain sebagainya. Mereka juga bisa jadi editor untuk penerbit buku atau media. Anak-anak jurusan Sastra Inggris juga memiliki kesempatan besar untuk berkarir di bidang public relation karena memantau berkomunkasi dengan klien, apalagi klien dari manca negara membutuhkan ketrampilan berbahasa Inggris yang mumpuni baik secara lisan maupun tulisan. Selain itu, masih banyak kok kesempatan kerja yang lain untuk anak lulusan sasing, misalnya di bidang penterjemahan, media, dan pendidikan. Jadi, kalau ada anggapan anak sasing itu susah dapat kerja, itu gak melulu benar, ya.

Apa kalian punya keinginan kuliah di jurusan Sastra Inggris setelah lulus SMA nanti? Well, ayo persiapkan diri mulai dari sekarang, ya. Mulai cari deh daftar universitas-universitas yang membuka jurusan Sastra Inggris. Banyak kok pilihannya. Banyak juga yang merupakan universitas negeri sehingga kalian bisa coba daftar nanti lewat SBMPTN atau juga lewat SM.

Dapatkan info kost murah didekat kampus idaman mu;

Kunjungi mamikos.com untuk dapatkan Info Kost terupdate di berbagai kota di Indonesia

Cari Info Kost , Pakai mamikos.com - kost jogja, kost jakarta, kost surabaya, kost bandung

Download Aplikasi Mamikos di Play Store untuk akses yang lebih mudah disini

Aplikasi Kost

5 Hal Salah Kaprah tentang Kuliah di Jurusan Sastra Inggris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − eight =